Minggu, 14 Maret 2010

Dia Tidak Hadir kerana Berhalangan

Dia adalah sebaik-baik teman, paling aktif ke masjid dan sangat mencintai temantemannya. Tiba-tiba, lama sekali tidak kelihatan batang hidungnya di tengahtengah mereka. Ketika kemudian ia dapat berkumpul kembali, tiba-tiba seorang teman datang memaki-makinya. Dengan nada sedih ia mengatakan padanya, "Kenapa kamu sekarang menengokku? Ke mana saja kamu dan teman-teman selama ini? Mengapa tidak berusaha mencariku selama beberapa bulan terakhir ini?

Sebenarnya, saya sangat memerlukan kehadiran kalian di sampingku di saat istriku meninggal dunia, dan meninggalkan anak-anak yang masih kecil. Saya memerlukan orang-orang yang akrab dengan saya pada saat-saat kritis seperti itu."

Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi saudara-saudara yang belum memenuhi kewajiban kepada sau-daranya yang lain dalam hal memantau kondisinya. Ini merupakan kewajiban minimal. Kerana Rasul telah ber-sabda, "Bila ia tidak ada maka carilah...."

Ini sekedar contoh, seseorang yang lama tidak mun-cul dan tidak diketahui penyebabnya, tidak akan jelas alasannya kecuali setelah menanyakannya. Satu contoh lagi, sejumlah orang hidup bersama bertahun-tahun dalam kondisi yang serba sulit —senasib sepenanggungan—. Tiba-tiba, (sudah menjadi sunnatullah bahawa manusia pasti akan saling berpisah dan berjauhan) kerana tuntutan hidup, studi, atau pekerjaan sehingga kebersamaan itu akhirnya berhenti juga. Ternyata, ada yang  menganggap temannya ini sudah mulai mengambil jarak, atau pergi kerana takut, atau kerana mulai mele-mah keakrabannya, dan Iain-lain. Sehingga timbullah berbagai macam dugaan. Padahal kita dilarang melakukan hal tersebut. Allah telah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa, danjanganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kalian menggunjing sebahagian yang lain." (Al- Hujurat: 12)

Kemudian ia menghilang dari ingatan teman-teman-nya, kerana mereka tidak memperhatikan haknya. Setelah lama berselang dan banyak peristiwa penting terjadi, seperti biasanya dalam perjalanan dakwah, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan munculnya teman lama mereka yang sudah sekian waktu menghilang. Ia berada di tengah-tengah mereka. Ia mengorbankan jiwa dan hartanya dengan penuh ketulusan dan keberanian yang mengagumkan, bahkan membuat malu sebahagian mereka yang belum memahami hakikat dakwah. Seseorang yang sudah merasakan nik-matnya dakwah, —dakwah sudah menyatu dalam hati, perasaan, dan pikirannya— maka la akan menganggap murah semua yang ada padanya. Dakwah lebih mahal dibanding semua yang dimiliki.

Seorang da'i harus senantiasa husnuzhan, tidak me-rendahkan yang lain, atau merasa dirmya lebih baik dari yang lain dalam barisan dakwah. Bahkan, seorang da'I pada saat tertentu ada di depan, pada saat yang lain ada di barisan belakang. Setiap orang yang pernah tersentuh ruh dakwah nis-caya akan tetap hidup bersama dakwah hingga menemui Allah. Kerananya seorang da'i harus selalu husnuzhan kepada sesama saudaranya dan menutupi aibnya, sampai ia sadar dan kembali ke jalan yang benar. Sehingga, ketika seorang da'i kembali kepada teman-temannya, ia tetap menjumpai suasana saling mencintai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages

Daftar Blog Saya

  • BERFIKIRLAH SEBELUM BERBUAT MAKSIAT - Seorang laki-laki datang kepada Ibrahim bin Adham rahimahullah, Dia berkata: “Ya Aba Ishaq, aku sering berbuat maksiat. Katakan sesuatu kepadaku sebagai ...
    13 tahun yang lalu
  • - الحمد لله الذى أنزل الفرقان على عبده ليكون للعالمين نذيراً.. والصلاة والسلام على محمد بن عبد الله، الذى أرسله ربه شاهداً ومبشراً ونذيراً، وداعياً إلى الله...
    14 tahun yang lalu