Tampilkan postingan dengan label Khutbah Jum'at (Bahasa Sunda). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah Jum'at (Bahasa Sunda). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Agustus 2025

6 Hal yang Melapangkan Hati

 

6 Hal yang Melapangkan Hati

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِك. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَه. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرْاً وَنَذِيْراً. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَاماً دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن. أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ. وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ  

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Mengawali khutbah Jumat yang penuh berkah ini, Khatib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita, takwa dalam arti melaksanakan segala perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga dengan ketakwaan, Allah ta’ala menganugerahi kita dengan berbagai macam nikmat, dan juga diberi solusi dari setiap problem kehidupan yang kita alami.

Diantara ni’mat dan rezeki yang Alloh berikan kepada kita adalah kita bisa  menjalaninya dengan lapang dada, hidup kita terasa lebih tenang dan tidak risau, kita akan lebih mudah mensyukuri nikmat sekecil apa pun itu, interaksi sosial kita akan lebih terjaga dan stabil karena kelapangan hati menciptakan ketenangan dalam bersikap, bahkan kelapangan hati dapat menolong kita dikala kehilangan sehingga tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Selain itu semua, sudah tentu, kelapangan hati membuat hubungan kita dengan Allah semakin baik.   

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Berkenaan dengan kelapangan hati, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al-Hijr ayat 97 sampai 99:   

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ. وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya, “Dan sungguh Kami mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu diantara orang-orang yang bersujud (shalat), dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS Al-Hijr: 97-99).

Mengenai ayat ini, Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam At-Tafsirul Munir menjelaskan bahwa ayat ini turun sebab Nabi saw merasa sempit hatinya sebab perkataan-perkataan buruk yang diucapkan oleh orang-orang musyrik dan juga penghinaan yang mereka lakukan. Allah menghimbau Nabi saw agar tidak berhenti dari menyebarkan risalah-Nya, kemudian Allah memerintahkan tawakal dan berserah diri kepada-Nya supaya dapat menghilangkan kecemasan dan kekhawatiran yang membuat hatinya menjadi sempit. Selain itu, Allah juga memerintahkan Nabi saw untuk bertasbih, memuji Allah (tahmid), banyak shalat dan bersujud hingga datang ajal menjemput.[1]    

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Dari ayat-ayat tadi, setidaknya ada pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya, dimana pelajaran ini sangat berkaitan dengan kehidupan kita di dunia. Sering kali kita dihinggapi rasa gelisah, khawatir dan risau oleh beragam sebab, entah itu pekerjaan, masa depan, kesehatan, bahkan kematian. Sebab itu, manusia butuh sekali kepada sesuatu yang dapat menenangkan hati. Sebagai orang muslim, tentu kembali kepada Allah adalah satu-satunya cara agar hati kita menjadi teduh dan tenang. Ayat-ayat tadi setidaknya memberikan kita enam cara untuk menanamkan kelapangan dalam hati kita.  

Pertama, memperbanyak bacaan tasbih.

Hadirin sekalian, membaca tasbih salah satunya adalah dengan mengucap subhanallah, yang memiliki arti “maha suci Allah”. Dengan memperbanyak membaca tasbih maka ketenangan hati akan datang dan jiwa akan semakin dekat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan pahala orang yang membaca tasbih banyak, Nabi saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim:

أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ. فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ. قَالَ: يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ  

Artinya, “Apakah kalian tidak mampu melakukan 1000 kebaikan setiap hari?” Lalu salah satu dari sahabat yang duduk bersama beliau bertanya, “Bagaimana caranya kita melakukan 1000 kebaikan setiap hari?” Beliau bersabda, “Ia bertasbih 100 kali, maka ditulis untuknya 1000 kebaikan atau dihapus darinya 1000 kesalahan.”

Kedua, memperbanyak bacaan hamdalah atau membaca tahmid.

Jamaah sekalian, makna al hamdulillah adalah segala puji bagi Allah, artinya setiap segala kenikmatan, keindahan, pujian, sanjungan yang kita dapatkan sejatinya adalah milik Allah subhanahu wa ta’ala. Sungguh tidak ada kemuliaan kecuali Allah yang telah menganugerahinya kepada kita. Sebab itu, tidak patut kita menjadi orang yang sombong karena apa yang kita peroleh hakikatnya adalah anugerah dari Allah. Dengan membaca tahmid seraya menghayati maknanya maka akan menimbulkan ketenangan dan kelapangan dalam hati kita.  

Ketiga, mendirikan shalat.

Ma’asyiral muslimin, shalat dapat menjadi sarana agar hati kita menjadi tenang. Sebab shalat menjadi media bagi kita untuk menyempurnakan kesadaran kita akan pengawasan Allah. Dalam shalat kita dituntut untuk memanjatkan doa kepadanya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat al baqoroh ayat 45:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

Artinya, “Mintalah kalian pertolongan kepada Alloh dengan cara shobar dan sholat.”  

Nabi SAW bersabda,

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا، وَبُرْهَانًا، وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ لَمْ يُحَافِظُ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورُ، وَلَا بُرْهَانَ، وَلَا نَجَاةٌ، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُتِيَ بْنِ خَلَفٍ

Artinya: "Barang siapa yang menjaga sholat maka baginya cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka tidak ada baginya cahaya, petunjuk, dan keselamatan. Dan pada hari kiamat, ia akan bersama Qarun, Fir'aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf." (HR Ahmad dan Ad-Darimi, dengan sanad jayyid)

Keempat adalah senantiasa beribadah kepada Allah SWT sepanjang hayat dikandung badan atau hingga ajal menjemput.

Kelima bersedekah, Nabi SAW Bersabda :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى رَبِّكُممْ قَبْلَ أَنْ تَمُوتُوا وَبَادِرُوا إِلَيْهِ بِالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ وَصِلُوا الَّذِي بَيْنَهُ وَبَيْنكُمْ بِكَثْرَةِ ذِكْرِكُمْ وَبِكَثْرَةِ الصَّدَقَةِ فِي السِّرِّ، وَالْعَلَانِيَّةِ، تُؤْجَرُوا، وَتُنْصَرُوا، وَتُرْزَقُوا

Artinya: Wahai manusia bertobatlah kalian kepada Tuhan kalian sebelum kalian mati. Bersegeralah kembali kepada-Nya dengan amal-amal saleh, sambunglah ruhani kalian dengan Alloh SWTdengan banyak berdzikir dan mengingat-Nya dan bersedekahlah di saat sunyi dan ramai, maka kalian akan diberi pahala, kalian akan ditolong dan kalian akan diberi rezeki

  مَا أَحْسَنَ عَبْدٌ الصَّدَقَةَ إِلَّا أَحْسَنَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ الْخِلَافَةَ عَلَى تِرْكَتِهِ

Artinya: Tidaklah seorang hamba memperbaiki sedekahnya kecuali Allah memperbaiki pengganti atas harta tinggalannya (HR. Ibnu al-Mubarak).  

أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنِّي أُبَلَّغُ وَأَسْمَعُ قَالَ وَيُضَعَّفُ فِيهِ الصَّدَقَةُ

Rasulullah bersabda, ‘Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari Jumat sesungguhnya shalawat itu tersampaikan dan aku dengar’. Nabi bersabda, "Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan" (Imam al-Syafi’i, al-Umm, juz 1, hal. 239).

Keenam berkupul Bersama para ulama dan orang orang sholeh:

عليكم بمجالسة العلماء واستماع كلام الحكماء فإنّ الله تعالى يحي القلب الميت بنور الحكمة كما يحي الأرض الميتة بماء المطر

“Hendaklah kalian berkumpul dengan para ulama’ dan mendengarkan perkataan hukama’, karena sesungguhnya Allah menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang tandus dengan air hujan.”

 Rasulullah saw. telah bersabda,

سيأتي زمان على أمتي يفرّون من العلماء والفقهاء فيبتليهم الله بثلاث بليّات ألاها يرفع الله البركة من كسبهم والثانية يسلّط الله تعالى صلطانا ظالما والثالثة يخرجون من الدنيا بغير إيمان

“Akan datang suatu masa pada umatku, mereka lari (jauh) dari ulama’ dan fuqaha’ (orang-orang yang paham mengenai agama), maka Allah akan menurunkan tiga macam adzab kepada mereka; Pertama, Allah mencabut keberkahan dari usaha mereka. Kedua, Allah memberikan kekuasaan kepada pemimpin yang kejam (di dunia). Ketiga, mereka keluar dari dunia ini (mati) tanpa membawa iman.”

Demikianlah enam amalan yang dapat membuat hati kita menjadi lapang sebagaimana disebutkan dalam ayat ke 97 hingga 99 surat Al-Hijr. Semoga dengan mengamalkan enam hal ini, kerisauan dan kecemasan yang sering menghantui kita dapat hilang dan digantikan dengan ketenangan dan keteduhan yang membuat hidup kita terasa damai.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم     

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ   أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ   اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ  



[1] Wahbah Al-Zuhaili, At-Tafsirul Munir, [Beirut, Darul Fikr Al-Mu’ashir, juz XIV, halaman 74).

Selasa, 19 April 2022

NGABAGEAKEUN SASIH RAMADHAN (KHUTBAH BAHASA SUNDA)

 

NGABAGEAKEUN SASIH RAMADHAN KHUTBAH KAHIJI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

ألْحَمْدُلِلّهِ الّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ غُرَّةَ وَجْهِ الْعَامِ. وَشَرَّفَ أَوْقَاتَهُ عَلَى سَائِرِ الأَوْقَاتِ, وَفَضَّلَ أَيَّامَهُ عَلَى سَائِرِ الأَيَّامِ،  وأشهد أنْ لا إله إلاالله وحده لا شريك له ربَّ الْعالمين وإلَهَ المُرْسلين وقَيُّوْمَ السَّمواتِ والأَرَضِين وأشهد أن محمدا عبده ورسوله المبعوثُ بالكتابِ المُبين الفارِقِ بَيْنَ الهُدى والضَّلالِ والْغَيِّ والرَّشادِ والشَّكِّ وَالْيَقِين.  والصَّلاةُ والسَّلامُ عَلى حَبِيبِنا و شَفِيْعِنا مُحمَّدٍ سَيِّدِ المُرْسلين و إمامِ المهتَدين و قائِدِ المجاهدين وعلى آله وصحبه أجمعين.

أَمَّا بَعْد :  فياأيها المسلمون أوصيكم وإياي بتقوى الله عز وجل والتَّمَسُّكِ بهذا الدِّين تَمَسُّكًا قَوِيًّا، قال الله تعالى في كتابه الكريم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hadirin Sidang Jum’at Anu Mulya!

Diawitan ku basmalah, nu jadi sekar pangiring catur, sangkan jadi panghias rasa, tur jadi santun ing kalbu. Tarate hate malati ati, sangkan jadi pangemat aworna omel jeung amal.

Dituturkeun ku hamdalah, kalimah panundung rambu ing takabur, nu ngahunyud dina kalbu, nu sok jadi panghalang, jorelatna teja Al Qur-an kana manah, ngaheumpikkan tembusna cahaya kudus kana kalbu, sangkan ulah aya rasa riya, sum’ah jeung takabur, nu sok pasolengkrah jeroeun dada.

Dipirig ku dua kalimah syahadat lir sumpah, jangji moal lanca-linci, luncat mulang udar tina tali gadang, mo rek ngijing sila, bengkok sembah, rek khusyu sumujud, tuhu nuturkeun galur ti Rasul.

Hadirin Sidang Jum’at Anu Mulya!

Dina hiji waktos, sasih Sya’ban, sapertos sasih ayeuna , nanging katompernakeun nana, Nabi urang sadaya, Nabi Muhammad SAW, kantos sasauran panjang lebar, ngeunaan sumpingna sasih Ramadhan, saurna : “He sakabeh manusa, geus ngiuhan anjeun bulan anu agung tur barokah, bulan anu ngandung hiji peuting anu leuwih hade ti batan sarebu bulan. Allah ngajadikeun puasa dina bulan ieu, fardhu, jeung ngadegkeun shalat peutingna, sunat. Sing saha anu ngadeukeutkeun diri ka Allah SWT, dina ieu bulan ku hiji pagawean anu sunat, sarua jeung geus migawe kafardhuan dina bulan-bulan sejenna. Jeung sing saha anu migawe pagawean fardhu, sarua jeung geus migawe 70 kali tikel fardhu, dina bulan-bulan sejenna.

Bulan Ramadhan teh, bulan anu ngarupakeun bulan shabar, sedengkeun ganjaran kanu shabar, nyaeta Surga. Bulan Ramadhan teh ngarupakeun bulan hiburan sarta ngarupakeun bulan tambahna rizki, pikeun jalma anu iman.

Kusabab kitu lobakeun ku aranjeun opat perkara dina ieu bulan, dua perkara pikeun meunangkeun karidhaan Allah, dua perkara deui, omat ulah diliwatkeun kitu bae ku aranjeun. Anapon dua perkara anu baris ngadatangkeun karidhaan Allah SWT, nyaeta pangakuan, yen teu aya deui Pangeran anu wajib disembah kajaba Allah SWT, jeung anjeun menta pangampura ka Manten-Na, ari dua perkara anu ulah diliwatkeun kitu wae, nyaeta aranjeun kudu menta Surga jeung menta panyalindungan tina seuneu naraka.

Sing saha anu mere nginum kanu keur puasa pikeun buka, mangka Allah baris masihan leueuteun tina hiji talaga, anu moal matak hanaang nepi ka asup ka Surga ( Hadits Riwayat Abusy Syaikh Ibnu Hibban ti Salman Al Farisi )

Hadirin Sidang Jum’at Anu Mulya!

Rupi-rupi kaistimewaan dina sasih Ramadhan, anu dipaparkeun ku Rasulullaah SAW, dina hadits anu panjang-lebar nembe, nyaeta : “Sasih Ramadhan teh bulan anu agung tur barokah, kumargi dina ieu sasih, Allah SWT, parantos ngalungsurkeun Al Qur-an, anu janten undang-undang na umat Islam, pikeun ngatur hirup kumbuh miwah kahirupan umat, sangkan aya dina jalan anu lempeng bener, numutkeun Anu Nyiptakeunna-Na.

Al Qur-an mangrupi obor, anu nyaangan hate manusa, pikeun ngaluarkeun manusa tina poekeun bathin kana kahirupan anu caang mabra, sadayana diebrehkeun pikeun manusa, sangkan aya dina jalan kasalametan dunya katut akherat.

Kaagungan sasih Ramadhan, margi dina ieu bulan Allah SWT, parantos ngawajibkeun shaum ka umat Islam salami sasasih campleng. Dina ieu bulan disunatkeun shalat Taraweh, anu teu disunatkeun dina bulan-bulan sanesna.

Bulan Ramadhan disebat bulan barakah, margi dina ieu bulan, ajen amal ditikel-tikel pahalana, anu sunat diajenan fardhu, sedeng anu fardhu, diajenan sami sareng 70 kali tikeleun fardhu, malah langkung diistimewakeun deui, ku ayana hiji wengi, anu ajenna langkung tibatan sarebu bulan, nyaeta ”lailatul qadar”.

Bulan Ramadhan teh Agung tur barakah, kumargi ieu bulan teh, ngarupikeun bulan shabar, Shabar nahan lapar katut hanaang, shabar ngantos waktu buka, sok padahal tuang leueut, mangrupi kabutuhan poko dina kahirupan manusa.

Sagala perkara anu janten hak manusa ti beurang, ditahan kalayan pinuh ku kashabaran. Allah SWT ngajangjikeun Surga pikeun jalma anu shabar tur tahan uji.

Bulan Ramadhan agung tur barakah, margi ngarupikeun bulan hiburan, khususna pikeun golongan “fuqara wal masakin”, margi dina ieu bulan, rasa laparna aya nu maturan, rasa butuhna aya nu marengan, margi golongan “aghniya”, oge sami pada laparna.

Bulan Ramadhan teh barakah, margi dina ieu bulan, rizki umat Islam, rizki mu’min, baris ditambihan ku Allah SWT, ditambihan jumlahna, utamina ditambihan keberkahanana.

Bulan Ramadhan teh bulan du’a, margi dina ieu bulan, du’a mu’min baris dikabul ku Allah SWT, malah aya opat perkara anu dikhususkeun dina du’a Ramadhan, sakumaha hadits anu didugikeun tadi, dua perkara diantawisna, sangkan urang kenging karidhaan Allah SWT, sedengkeun anu dua perkara deui, nyaeta nyuhunkeun Surga miwah nyuhunkeun kasalametan tina seuneu Naraka.

Anu kahiji, ngucapkeun syahadat, pangakuan anu ikhlas, yen ngan Allah Ku Anjeun, Pangeran anu ngancik dina hatena, teu aya deui tempat anu nyesa, pikeun dieusian ku pangeran sejen, salian ti Allah SWT.

Weuteuhkeun iman ka Allah, sangkan Allah mikaridha, ngan ka Allah wungkul nyembah jeung ibadah, sangkan Manten-Na henteu bendu. Seueurkeun istighfar dina ieu bulan, mugia Allah SWT ngahampura kana kalepatan urang sadaya, salami sabelas bulan anu parantos kalangkung.

Dua perkara anu kadua, memang diistimewakeun dina Ramadhan, sok sanaos ibadah teh sanes wungkul miharep Surga, atanapi sanes wungkul sieun ku seuneu Naraka, nanging estu karana Allah, tapi dina bulan Ramadhan mah, dipiwarang ku Rasulullah SAW, sangkan urang sadaya, nyuhunkeun Surga katut nyuhunkeun panyalindungan tina seuneu Naraka.

Hadirin Sidang Jum’at Anu Mulya!

Rupi-rupi kakhususan sareng kaistimeaan ku Allah SWT dina sasih Ramadhan, sakedahna disambut kalayan pinuh ku rasa suka bungah tur kagumbiraan ku urang sadaya, anu Insyaa Allah dina waktos anu teu sabaraha lami deui, dina waktos anu kinten mimingguan deui, urang sadaya masih keneh dipasihan yuswa miwah kasempetan pikeun patepang deui sareng sasih Ramadhan ieu.

Siapkeun mental katut fisik samaksimal mungkin, sangkan urang sadaya tiasa ngalap rupa-rupa manfaat tina ibadah bulan Ramadhan, bulan suci, bulan agung, bulan mulya, bulan barakah.

Hadirin Sidang Jum’at Anu Mulya!

Sagala rupi aturan, boh aturan tinggalkeuneun, nya kitu deui aturan laksanakeuneun, moal leupas tina tujuan anu tangtu. Ibadah shaum khususna, tangtos mibanda rupa-rupa maksud sareng tujuan.

Tujuan utama tina ibadah shaum, sakumaha pidawuh Allah SWT dina Al Qur-an, surat Al Baqarah ayat nu ka 183 tadi :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

He jalma nu ariman, diwajibkeun pikeun aranjeun puasa, sakumaha geus diwajibkeun ka umat samemeh aranjeun, sangkan aranjeun taqwa.

Hadirin Sidang Jum’at Anu Mulya!

Mental taqwa, anu baris ngabina hiji muslim, jadi hamba Allah anu pinuh ku rasa tanggung jawab, anu tetep panceg ngalaksanakeun tugas jeung kawajiban ka Khalikna katut ka sasamana, dina sagala rupi bidang amal, boh enteng atanapi beurat, salami urang hirup di alam dunya ieu.

Muslim anu taqwa, salamina yakin yen sagala ucap, tekad katut lampahna, saeutik oge, moal aya nu tiasa leupas tina balitungan Allah SWT. Mental taqwa ieu, anu kedah tetep aya dina diri muslim, anu tetep panceg marengan dina sagala widang kahirupan.

Taqwa anu sapertos kieu, tiasa dihasilkeun, ku cara ngalaksanakeun shaum anu sabener-benerna.

بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَجَعَلَنَا الله مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ الله لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ 

KHUTBAH KADUA :

: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ،  أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه . يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ  يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

 اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.  اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.  اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاً طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.

 اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.  اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْـمُسْلِمَاتِ وَالْـمُؤْمِنِيْنَ وَالْـمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّهُ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ،  رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ … اذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ الْـجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

AMALIYAH DIBULAN ROMADHON (Khutbah Jum'at)

 

AMALIYAH DIBULAN ROMADHON

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

ألْحَمْدُلِلّهِ الّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ غُرَّةَ وَجْهِ الْعَامِ. وَشَرَّفَ أَوْقَاتَهُ عَلَى سَائِرِ الأَوْقَاتِ، وَفَضَّلَ أَيَّامَهُ عَلَى سَائِرِ الأَيَّامِ وأشهد أنْ لا إله إلاالله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله المبعوثُ بالكتابِ المُبين والصَّلاةُ والسَّلامُ عَلى حَبِيبِنا و شَفِيْعِنا مُحمَّدٍ وعلى آله وصحبه أجمعين.

أَمَّا بَعْد فياأيها المسلمون أوصيكم وإياي بتقوى الله. قال الله تعالى أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hadirin yang Mulia!

kita berada pada 10 hari terakhir di bulan suci romadhon ini, bulan suci romadhon dikatakan oleh nabi dalam sabdanya :

ü  bulan yang agung lagi penuh dengan barokah

ü  bulan yang didalamnya terdapat satu malam yang mana kala kita melaksanakan ibadah didalamnya maka Allah akan memberinya nilai lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan

ü  bulan dimana Allah SWT telah menetapkan didalamnya ibadah puasa sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang beriman,

ü  bulan dimana Allah SWT akan memberikan ganjaran pahala bagi orang yang mendekatkan diri kepadanya dengan melaksanakan amalan yang sunah seperti pahala orang yang melaksanakan amalan fardu pada bulan-bulan yang lainnya.

ü  bulan dimana barang siapa yang melaksanakan amalan fardhu didalamnnya maka Allah SWT akan memberikan ganjaran pahala seperti orang yang melaksanakan tujuh puluh kali amalan fardhu pada bulan-bulan yang lainya.

Hadirin yang Mulia!

Bulan suci romadhon benar-benar merupakan bulan yang sangat agung  dan penuh barokah, ia dijadikan oleh allah SWT sebagai hadiah istimewa bagi kita orang-orang yang beriman, begitu agungnya bulan suci romadhon sampai-sampai  nabi Muhammad SAW mengatakan :

لَوْتَعْلَمُ اُمَّتىِ مَا فِى رَمَضَانَ لَتَمَنَّوْا اَنْ تَكُوْنَ السَّنَةُ كُلُّهَا رَمَضَانَ

sekiranya umatku itu mengetahui tentang keutamaan  bulan suci romadhon niscaya mereka semua akan berharap agar semua bulan didalam satu tahun itu allah akan jadikan bulan suci romadhon.

Hadirin yang Mulia!

Semoga kita termasuk orang-orang yang beriman karena salah satu indicator iman adalah memenuhi panggilan Allah SWT untuk berpuasa di bulan Ramadhan ini. Karena puasa hanya dikhususkan bagi mereka yang beriman kepada Allah dengan tujuan agar meraih derajat taqwa.

Hadirin yang Mulia!

Setidaknya ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada bulan romadhon ini :

1.      Melaksanakan sholat taraweh

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”

Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai.

2.      Memperbanyak membaca alqur’an

Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda :

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُولُ الصِّيَامُ: أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ:مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ. قَالَ:فَيُشَفَّعَانِ

"Puasa dan al-Qur'an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata : "Wahai Rabb ku, saya telah menahan nya dari makan dan nafsu syahwatnya, karenanya perkenanankan aku untuk memberi syafaat kepadanya (kepada orang yang berpuasa)."Dan al-Qur'an berkata : "Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karena nya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya."Beliau Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda : "Maka syafaat kedua nya diperkenankan."

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

 “Bacalah oleh kalian Al Qur’an karena sesungguhnya Al qur’an pada hari kiamat akan dating memberi syafaat kepada pembacanya” 

 

3.      Memberi buka kepada orang yang berpuasa

Rasulullah SAW bersabda: ”Barangsiapa memberi buka (kepada) orang yang berpuasa, maka dia (akan mendapatkan) pahala seperti orang itu, tanpa mengurangi pahala orang berpuasa sedikit pun juga”. (HR.Tirmizi, no. 807)

4. Memperbanyak  i’tikaf terlebih lagi pada sepuluh malam terakhir.

Hadirin yang Mulia!

Dengan melaksanakan  rangkaian amaliyah ibadah pada bulan suci romadhon ini,  semoga tujuan diwajibkannya berpuasa dapat diraih, Dan kita  lulus dari Pendidikan  ramadhan ini, dan akan menjadi:

1-      Insan yang bertaqwa,  memacu diri kearah yang mencintai kebaikan dan menjauhkan diri dari keburukan.

2-      Insan yang penyabar, insan yang sudah teruji ketahanan dirinya, tidak akan mudah terdorong oleh bujukan syaitan, tidak akan mudah terdorong oleh nafsu serakahnya.

3-      Insan yang punya semangat jihad yang tinggi, mampu menerima tanggungjawab dan amanah membangunkan agama dan ummat.

4-      Insan yang insaf, terpanggil dengan kesusahan orang lain, merasa prihatin dengan jeritan fakir miskin lantas tangan kanannya mengulurkan bantuan tanpa disadari oleh tangan kirinya.

5-      Insan yang bersih hatinya dari melintasi fantasi durjana. Bersih anggota badannya dari kerja-kerja dosa dan sia-sia, tunduk matanya dari memandang perkara-perkara haram yang terlarang.

Hadirin yang Mulia!

Dengan peningkatan ibadah wajib dan sunnah  di dalam bulan suci-seseorang akan mencapai cita-cita yang  berpredikat  sangat mulia. Siapa yang bertaqwa, hubungannya dengan Allah semakin dekat. Dimudahkan segala urusan. Dalam keadaan apapun, dia selalu damai dan sejahtera. Mudah-mudahan amal ibadah kita dibulan puasa tahun ini diterima oleh allah SWT, amiin ya robbal alaminn

جَعَلَناَاللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْأمِنِيْنَ. وَأَدْخَلَناَ وَإِيَّاكُمْ فِى عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ.  أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه . يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ  يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْـمُسْلِمَاتِ وَالْـمُؤْمِنِيْنَ وَالْـمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّهُ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاً طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.  اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ.  رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ … اذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ الْـجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Selasa, 21 Mei 2019

Makna Hijrah

Makna Hijrah
الحَمدُ ِللهِ الَّذِيْ سَهَّلَ لِلعِبَادِ طَرِيْقَ العِبَادَةِ وَيَسَّرَ، وَوَفَّاهُمْ أُجُوْرَأَعمَالِهِم مِن خَزَائِنِ جُودِهِ الَّتِي لاَ تُحصَرُ،  أَشهَدُ أَنْ لآإِلهَ إِلاَّ اللهُ المَلِكُ الأَكبَرُ، وَأَشهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الشَّافِعُ فِى المَخشَرِ، نَبِيٌّ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنبِه وَمَا تَأَخَّرَ، أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نُورِالأَنوَارِوَسِرِّالأَسرَارِ وَتِريَاقِ الأَغيَارِ وَمِفتَاحِ بَابِ اليَسَارِسَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ المُختَارِ  وَألِهِ الأَخيَارِ وَأصحَابِهِ الأطهَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ وَإِفضَالِهِ .أَمَّابَعدُ فَيَاعِبَادَ اللهِ أُوصِيكُم وَإِيَّايَ بِتَقوَى اللهِ حَقَّ تُقَاتِه وَافعَلُوا الخَيرَ وَاترُكُوا الشَّرَّ
Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
Ngalangkungan khutbah ieu, sumangga urang sanggakeun puja sinareng puji kanu kagungan nana nyaeta Allah SWT, anu masih keneh maparin jatah yuswa kaurang sadaya dugika dinten jumaah ping 11Muharrom 1440 H. Mugia urang tiasa ngamanfaatkeun nana ku midamel rupi-rupi amal sholeh anu janten sabab bakal ngaronjatna iman sareng taqwa urang ka Alloh SWT
Urang sadaya nyaksian kana yen saestuna teu aya deui pangeran anu hak disembah anging Allah SWT, bari sahiji Dzatna teu aya anu ngarencangan kamanten-Na anu ngurus sadaya Alam katut eusi-eusina, sareng kana yen saestunya kanjeng Nabi Muhammad SAW. eta hamba sareng Rasul-Na anu dikiatan ku pirang-pirang ayat sareng pirang-pirang mu’jizat.
Saparantosna ngaoskeun basmalah, hamdalah shalawat miwah salam ka kanjeng Rolulullah SAW. kawajiban anu janten khatib ngawasiatan khususna kanggo diri khatib umumna kanggo hadirin sadayana, kalawan wasiat taqwa, mangga urang sami-sami ningkatkeun kana kataqwaan, sabab taqwa hiji-hijina jalan kanggo kahontal kabahagiaan dunia sareng akherat.
Hadirin Jamaah Jum’ah nu dimulyakeun Allah.
Taqwa numutkeun Ar-Rafi’i dina kitab Al-Mishbahul al-Munir Fi Gharibisy Syarhil Kabir, nyaeta dimana hiji hamba ngajaga diri tina benduna Allah SWT tur siksana, ku cara ngalaksanakeun sagala parentah Allah SWT sareng nebihan sagala rupi perkara anu dilarang ku Allah SWT, anu didadasaran ku Iman.
Cindekna Takwa teh nyaeta sieun ku Alloh SWT ku cara ngalaksanakeun parentahan nana nebihan sagala rupi larangan nana tur dimana-mana milampah dosa sok ngabersihkeun diri ku istighfar sareng tobat, maka dimana-mana hiji jalmi tos tiasa ngalaksankeun tilu hal tadi, maka layak disebat muttaqin.
Hadirin Jamaah Jum’ah nu dimulyakeun Allah.
Tahun 1439 parantos ngantunkeun urang, ayeuna aya dina taun munggaran nyaeta 1440 H, Maka ku sumpingna ieu taun urang sasarengan nganiatan sangkan ieu taun langkung barokah, sesuai sareng maknana hijrah nyaeta ngantunkeun anu awon digentos ku anu sae. Maka sumangga urang kantunkeun kakufuran gentos kukaiman, kantunkeun kasyirikan gentos ku katauhidan, kantunkeun kufur nikmat gentos ku syukur nikmat, kantunkeun rezeki anu haram gentos ku rizqi anu halalan toyiban, kantunkeun sipat dendam anu janten ruksakna iman gentos ku damai sareng ngahampura, kantunkeun sifat jeung sikep anu matak Allah bendu  gentos ku perbuatan anu matak Allah SWT Ridho, meungpeung masih keneh aya waktos, meunpeung masih keneh dipaparin kasempetan.
Hadirin Jamaah Jum’ah nu dimulyakeun Allah.
Dina raraga ngeusi taun Munggaran ieu, minimalna aya lima hal nu sakedahna kuurang dilaksanakeun:
1.      Urang ngajentenkeun ieu taun sebagi hijrah ‘Aqidiyah, nyaeta hiji tekad ngan ukur nyembah Allah SWT, tur teu ngajantenkeun padamelan atawa usaha urang boh dina nyiar rejekina atanapi naon bae janten panghalang dina ibadah ka Allah SWT, minimalna sing emut dina manah sayaktosna Alloh dzat Anu nyiptakeun urang, dzat Anu ngurus urang, dzat anu nyarengan urang, dzat anu mencrong ka urang, dzat anu ngarizqian urang, dzat anu ngurus ka urang, dzat anu moal ngantep ka urang, tur dzat anu nulungan urang, oge poma teu kengeng ngajantenkeun harta, jabatan tur kapangkatan janten hahalang dina enggoning ibadah ka Allah SWT.
2.      Urang ngajentenkeun ieu taun sebagi hijrah Ta’abbudiyah Nyaeta ninggalkeun hiji tekad/anggapan yen ibadah teh beban, Ibadah teh cape, sareng sajabina. Sabab ibadah teh eta hiji kawajiban urang selaku muslim, tur tujuan Alloh SWT nyiptakeun urang di alam dunya ieu teu aya kajaba iwal ti pikeun ibadah ka manten-Na.
3.      Urang ngajentenkeun ieu taun sebagi hijrah Akhlaqiyah Nyaeta perubahan ahlak talajak sareng prilaku, dhohir sareng bathinna, tina ahlak talajak sareng perilaku anu awon digentos ahlak talajak sareng perilaku anu sae.
4.      Urang ngajentenkeun ieu taun sebagi hijrah Usrawiyah, nyaeta hiji tekad ngarubah keluarga, sangkan jantten kulawarga anu taat, kulawarga anu soleh, kulawarga anu mibanda ahlak anu mulya, anu asih ka sasama, sabab upami gagal ngawangun kulawarga, upami gagal ngabina kulawarga, upami gagal dina masihan conto ka kulawarga, maka bakal gagal dina kahirupan bermasyaraktna tur bakal gagal dina kahirupan di lingkungan nana.
5.      Urang ngajentenkeun ieu taun sebagi hijrah Ijtima’iyah. Hiji tekad ti umat pikeun sasareungan ngalakukeun perubahan-perubahan nu hade dimasyarakat, nyaeta perubahan nu  manfaat pikeun kahirupan jamaahna sareng masyarakatna.
Simpulna, urang jantenkeun hijrah atawa hijriah dina taun ieu, sebagai ‘minal ma’ashi ilal tho’ah”, yakni ninggalkeun sagala kamaksiatan menuju kana taat, oge “minas syayyiati ilal hasanat”, yakni perjalanan ninggalkeun perbuatan awon, menuju perbuatan-perbuatan nu sae, anu dipkaridho ku Allah swt.
جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْآمِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ الْمُتَّقِيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ الْمُوْقِنِيْنَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ إِلَّا الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى تَفَرَّدَ بِالْعِزِّ وَالْجَلاَلِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُنْقِدِ مِنَ الضَّلاَلِ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ خَيْرِ آلٍ. (اَمَّابَعْدُ) فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ : اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىّ يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ اَمِيْن يَااَللهُ يَامُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ: اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُوْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ   رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. اَسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ

Kamis, 09 Februari 2017

HIRUP NGUMBARA

Hirup Ngumbara
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Hadirin Sidang Jum’ah Rohimakumulloh!
Puji kalih syukur sumangga urang sami-sami sanggakeun ka hadirat Alloh SWT anu parantos maparin kanikmatan iman sinareng Islam dugi ka dangeut ieu urang sadayana masih dina kaayaan sehat wal’afiat sahingga tiasa ngalaksanakeun salah sahiji kawajiban hirup urang sadayana nyaeta ngalaksanakeun ibadah jum’at di masjid ieu.

Sholawat sinareng salam mugia tetep kacurahlimpahkeun kanggo junjungan urang sadayana, Nabi Muhammad SAW., ka para sahabatna, ka para tabi’it tabi’in anu satia dugi akhir zaman anu insya Alloh kalebet oge urang sadayana.

Dina kasempetan ayeuna khotib masihan wasiat khususna kanggo pribados nyalira sareng ka jama’ah jum’at sadaya, hayu urang sami-sami ningkatkeun kaimanan sareng kataqwaan ka Alloh SWT ku ngalaksanakeun sagala parentahna sareng ngajauhan sagala laranganna supados kenging ridho ti mantenna. Alloh SWT nyiptakeun manusa teh kalayan makhluk anu panghadena di dunya ieu, jeung dibere akal sarta nurani. Sajabi ti janten hamba Alloh oge janten kholifah di bumi anu dipaparin kawajiban pokok nyaeta ibadah. Dawuhan Rosulululloh S.A.W. :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ الله ُعَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبَيْ فَقَالَ - كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ , أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ - وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُوْلُ " إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرُ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرُ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْ تِكَ " رواه البخاري

Ti Ibnu Umar mugia Alloh maparin ridho ka anjeunna,  anjeunna nyarios: ‘Rasululloh shollalloohu ‘alaihi wa sallam nyepeng punduk kami, lajeng anjeunna ngadawuh:” Jadikeun diri anjeun di dunya ieu teh lir ibarat jalma asing atawa nu ngumbara”.’  Tuluy Ibnu Umar  rodhiyallahu anhuma nyarios deui: “Mun seug (kaayan) anjeun aya di waktu sore, maka tong nungguan waktu isuk, kitu keneh mun seug (kaayaan) anjeun aya dina waktu isuk, maka ulah nungguan waktu sore. Prak gunakeun (kaayaan) sehat anjeun, samemeh datangna gering, jeung prak gunakeun (kaayaan) hirup anjeun samemeh datangna waktu maot”. (H.R. Al-Bukhari).

Imam An-Nawawy rohimahullohu Ta’ala, ngajelaskeun, yen maksud kalimah hadits
 كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ , أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
 (Jadikeun diri anjeun di dunya ieu teh lir ibarat jalma asing atawa nu ngumbara”) maksudna nyaeta, ulah sakali-kali anjeun boga pamadegan yen dunya teh tempat panganjrekan nu lana salilana, atawa ulah boga pamadegan yen anjeun bakal hirup langgeng di ieu alam dunya. Oge ulah nepi ka katalikung ku kaayaan ieu alam dunya, nu antukna anjeun ngagantungkeun sapinuhna kahirupan di ieu alam dunya. Jadi, hirup di alam dunya teh kudu nerapkeun pamadegan yen anjeun teh jalma asing nu anyar dating keur aya dipangumbaraan nu hiji waktu kudu balik ka asal, ka tempat bali geusan ngajadi. Kadituna, anjeun kudu nyiapkeun sapuratina bebekelan pikeun bawaeun balik ka tempat asal tea. Hal ieu luyu reujeung cariosan Shohabat Salman Al-Farisy  rodhiyallahu anhu:

 “Panutan kami (Rosulullah s.a.w.) pernah marentahkeun ka kami pikeun henteu nyokot bagean ti ieu alam dunya, tapi kami diparentahkeun nyokot bagean (bebekelan) ti ieu alam dunya saukuran  jalma nu ker ngayakeun nyanyabaan”

Salajengna Imam Nawawy rohimahullohu ta’ala ngajelaskeun deui, yen hadits ieu teh ngandung dalil ngeunaan tong ngalobakeun teuing kahayang nu pamustunganana bakal nyilakakeun oge tong talangke kana taubat, tur dalil sangkan tatan-tatan nyiapkeun diri pikeun nyanghareupan maot. Mun seug boga rencana jeung harepan sawadina kudu ngucapkeun “Insyaalloh” (Mun dikersekun ku Alloh).

Sakumaha Dawuhan Alloh s.w.t. din surat Al-Kahfi ayat 23-24:

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَداًإِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَن يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَداً

“Jeung poma maneh ulah nyarita ngeunaan hiji perkara: “ keun ku kaula dipigawe isukan”. Anging upama dikersakeun ku Alloh (ku nyebut  "Insya Allah"). Sarta maraneh kudu inget ka Pangeran maneh, mun seug maneh poho, pok ucapkeun: "Mugia Gusti Pangeran abdi, maparin pituduh ka abdi kana jalan anu langkung caket kana leresna, tibatan jalan ieu”.

Salajengna ngeunaan cariosan ibnu Umar "
 إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرُ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرُ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْ تِكَ
(“Mun seug (kaayan) anjeun aya di waktu sore, maka tong nungguan waktu isuk, kitu keneh mun seug (kaayaan) anjeun aya dina waktu isuk, maka ulah nungguan waktu sore. Prak gunakeun (kaayaan) sehat anjeun, samemeh datangna gering, jeung prak gunakeun (kaayaan) hirup anjeun samemeh datangna waktu maot”)

Ieu redaksi Hadits teh minangka anjuran sangkan saban jalma nu ngaku iman, sawadina kudu siap nyanghareupan maot, tur dina nyanghareupan eta maot teh kalayan geus nyiapkeun bekel amal sholeh nu bakal nganteur kana kasalametan di dunya oge diakherat jaga. Tegesna, ulah talangke dina milampah amal sholeh, mun seug aya dina waktu isuk geura prak pilamapah amal sholeh harita, ulah nungguan datangna sore, kitu keneh sabalikna.

Anapon redaksi kalimat “Prak gunakeun (kaayaan) sehat anjeun, samemeh datangna gering, jeung prak gunakeun (kaayaan) hirup anjeun samemeh datangna waktu maot” ieu hal teh minangka pangwawadi ka urang, yen urang kudu bener-bener ngamanfaatkeun kaayaan sehat jeung hirup pikeun ngalakonan ibadah ka Alloh, ulah dipake kana hal-hal nu teu munasabah nu matak nyilakakeun diri jeung sasama.
  
Khutbah Kedua
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَاللهِ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ، وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِِ وَاْلبَغْي، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Khutbah Bulan Maulid

Khutbah Maulud Nabi
الْحَمْدُ للهِ شَرَّفَ الأَنَاَمَ بِصَاحِبِ الْمَقَامِ الأعْلَى. وَكَمَّلَ السُّعُوْدَ بِأَكْرَمِ مَوْلُوْدٍ. أَشْهَدُ أنْ لاإلهَ إلاّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بِالْحُجَّةٍ الَبَالِغَةِ وَحُسْنِ الْبَيَانِأللّهُمَّ صَلِّي وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ أجْمَعِيْنَ. أمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ أًوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Hadirin Sidang Jum’ah Rohimakumulloh!
Puji kalih syukur sumangga urang sami-sami sanggakeun ka hadirat Alloh SWT anu parantos maparin kanikmatan iman sinareng Islam dugi ka dangeut ieu urang sadayana masih dina kaayaan sehat wal’afiat sahingga tiasa ngalaksanakeun salah sahiji kawajiban hirup urang sadayana nyaeta ngalaksanakeun ibadah jum’at di masjid ieu.

Sholawat sinareng salam mugia tetep kacurahlimpahkeun kanggo junjungan urang sadayana, Nabi Muhammad SAW., ka para sahabatna, ka para tabi’it tabi’in anu satia dugi akhir zaman anu insya Alloh kalebet oge urang sadayana.

Dina kasempetan ayeuna khotib masihan wasiat khususna kanggo pribados nyalira sareng ka jama’ah jum’at sadaya, hayu urang sami-sami ningkatkeun kaimanan sareng kataqwaan ka Alloh SWT ku ngalaksanakeun sagala parentahna sareng ngajauhan sagala laranganna
Hadirin Sidang Jum’ah Rohimakumulloh!

Dina sasih Rabi’ul Awwal anu langkung dikenal nyaeta sasih mulud atanapi sasih dipedarkeun nana KN Muhammad SAW, tepatna kaping 12 rabi’ul awwal, tos janten ilahar mayoritas kaum muslimin ngayakeun peringetan maulid Nabi Muhammad SAW, boh di imah-imah ku cara ngulem tatangga, atanapi di Masjid masjid, majlis majlis ta‘lim lembaga pamarentah sareng sajabana. Anu eusina eta acara berbentuk pangaosan pangaosan umum, ceramah ceramah, aya oge di eusi ku bakti sosial, khitanan masal, sareng bentuk bentuk amal sholeh sanesna.

Hadirin Sidang Jum’ah Rohimakumulloh!
Aya sababaraha hal anu ngajantenkeun sabab mayoritas kaum muslimin ngalaksanakeun ieu peringetan, diantawisna :

Teu aya deui jalmi anu langkung mika cinta ka Umatna tinimbang KN Muhammad SAW.
Kacarioskeun dina hiji riwayat, sayaktosna di mahsyar diantara miliaran jalmi anu nuju panik, sieun, bingung, tagiwur, ku sabab bade mayunan mahkamah robbanniah aya salah sawios jalmi anu pang mulya-mulyana anu paling dipika cinta ku Alloh  nuju sujud mayun tawajjuh ka Alloh dina kaayaan ngadu’a, nangis, berharap, munajat ka Alloh, dugika ka dangu Alloh ngadauh nyauran ka KN Muhammad SAW : Hai Muhammad, gera angkat eta mastaka! sok geura nyungkeun ka Kami, pasti Kami anu agung bakal ngaijabah kana do’a anjeun.......!

Tangtos kacida luar biasa luhurna darajat jalmi anu mulya ieu mungguh Alloh SWT. Sabab dina nalika manusa teu tiasa naon-naon salian ti sieun, bingung, tagiwur tur panik anu kacida ternyata manusia agung ieu dipaparin kasempetan kanggo nyarios secara langsung sareng Alloh SWT.
Naon atuh anu janten emutan KN Muhammad SAW nalika mantenna dipaparin kasempetan pikeun ngadu’a nyuhunkeun Ka Alloh, dzat anu parantos nyiptakeun sadaya langit sinareng bumi, Dzat anu nyiptakeun sorga sareng Naraka.

Naha KN Muhammad nyuhunkeun supados dienggalkeun supados lebet kana surga supados enggal bebas tina sangsarana di alam mahsyar? Atanapi anjeunna nyuhunkeun supados istri istri sareng kulawargana enggal disalametkeun teras enggal lebet surga?

Waleran nana sanes eta.....margi KN sanes tipe pamingpin sapertos kitu, mantenna teu kantos mentingkeun diri pribadi oge kulawargana, namung justru mantenna nangis payuneun Alloh SWT teh emut ka umatna. : Ummati... ummati... ummati... (ya Alloh mugi nyalametkeun ummat abdi).
Sumangga urang naros ka diri masing masing tos dugika mana urang mika cinta ka KN Muhammad SAW? Oge Tos dugika mana urang tiasa ngamalkeun ajaran ajaran mantenna?
2.      Sabab di alam akherat engke satiap jalma bakal sasarengan jeung jalmi anu dipikacinta na.
K Nabi SAW ngadauh, “Ari anjeun eta bakal bareng jeung jalma anu dipika cinta (di akhirat)” (HR Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkeun hadits ti Imam Muslim, Anas bin Malik-Radhiyallahu ‘anhu- nyarios: “parantos dongkap hiji pameget ka KN Muhammad SAW. Lajeng eta jalmi naros: “Ya Rosulalloh iraha ari kiamah teh?” lajeng Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam naros :”anjeun wantun naroskeun kiamat, naon kitu anu tos disiapkeun ku anjeun dina mayunan poe kiamah?” eta jalmi ngawaler pokna,”abdi Cinta ka Allah sareng cinta ka Rosul-Na.” lajeng Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dauh,”Anjeun bakal sasarengan jeung anu ku anjeun dipika cinta.”

Rupina upami urang mika cinta ka Alloh, Rosul, para sohabat, sareng jalmi jalmi anu saroleh tinangtos urang bakal disarengkeun sareng marantenna anu pinuh ku kanikmatan akherat.
3.      Jasa mantenna Anu kacida ageungna.

Sanes wungkul kanikmatan dunya tapi wasilah perjuangan KN Muhammad SAW urang tiasa ngaraoskeun nikmat iman sareng Islam, ku sabab ieu nikmat urang tiasa ngaraih nikmat dunya oge nikmat akherat.

Micinta KN Muhammad SAW, bakal mibanda kana sampurna na Iman
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ngadauh,
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
“hiji jalmi teu diangken gaduh iman (iman anu sampurna, peny) sahingga kaula lewih dipika cinta tinimbang anak jeung orang tuana sarta manusia sakabehna.”(HR.Muslim)
Kasampurnaan iman ieu tiasa kapibanda ku cara turut, tunduk tur patuh kana aturan aturan Alloh sareng Rosulna tanpa aya mang-mang sakedik oge.
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Maka demi Pangeran anjeun, maranehna (dina hakekatna) moal arariman dugika maranehna ngajantenkeun hakim ka anjeun dina perkara anu perselisihkeun, terus maranehna teu ngarasa berat dina hate hatena kana putusan anjeun, jeung maranehna narima kalawan ikhlas.” (QS. An Nisa’: 65).
Mung sakieu khutbah ti simkuring mugia aya manfaatna.
وقل رب اغفر وارحم و انت خير الراحمين

Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ


Pages

Daftar Blog Saya

  • BERFIKIRLAH SEBELUM BERBUAT MAKSIAT - Seorang laki-laki datang kepada Ibrahim bin Adham rahimahullah, Dia berkata: “Ya Aba Ishaq, aku sering berbuat maksiat. Katakan sesuatu kepadaku sebagai ...
    15 tahun yang lalu
  • - الحمد لله الذى أنزل الفرقان على عبده ليكون للعالمين نذيراً.. والصلاة والسلام على محمد بن عبد الله، الذى أرسله ربه شاهداً ومبشراً ونذيراً، وداعياً إلى الله...
    16 tahun yang lalu